Selasa, 26 Maret 2013

Asa dalam Pilu

Ketika tak ada pilihan tuk melakukan hal baru dalam hidupku..
tak ada kata penyesalan dalam hatiku ini..
berikanlah kemudahan dalam mencapai hal tersbut..
terpikir dalam benak akan gagal..
merasuk rasa takut melakukan hal itu..
Terbesit tuk ragu dengan pilihan ini..
terunggah oleh pikiran yang terdalam tuk merenung..
akan mencoba hal baru dalam hidup ini..
melangkah tuk masa depan, menatap keinginan yang dituju..
semoga ini berjalan apa yang aku harapkan..
tiada asa yang belum dicoba tanpa usaha..



 

Faqieh Adyan
»»  Lanjutkan...

Senin, 25 Maret 2013

Tentang Bekasi


gb

Pemetaan Wilayah melalui Foto Udara dan Peningkatan Pengelolaan Kota

           
Kejadian bencana banjir di kota bekasi dan DKI Jakarta tanggal 17 sd 19 januari 2013 kemarin membuka pemikiran bahwa pengelolaan kota selama ini belum optimal, berbagai pendapat  baik konstruktif maupun yang kritik banyak muncul di media belakangan ini.  Perlu pemahaman dasar yang sama agar kita dapat membanguan kota bekasi secara optimal dengan keterlibatan semua pihak  sehingga penyelesaian masalah kota tidak hanya wacana yang dipotong ditengah jalan karena pihak-pihak yang terlibat tidak paham secara utuh permasalahan pengelolaan kota.

            Sebagai langkah awal yang paling dasar untuk mempersiapkan semua rencana dan aplikasi kegiatan pengelolaan pembangunan kota adalah adanya informasi yang akurat tentang kondisi wilayah, yang meliputi informasi tentang geomorpologi, kondisi infrasruktur, lokasi rawan bencana (banjir, longsor, gempa, erosi, kebakaran, dll), kondisi jalur evakuasi, kondisi pemanfaatan lahan, dan lain sebagainya.
Kondisi yang akurat dan mutahir tentang kondisi wilayah tersebut dilakukan melalui pemetaan wilyah yang dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti peta geomorlogi, data citra satelit, data foto udara ataupun pemetaan langsung.  peta ini harus disiapkan secara detail agar diperoleh gambaran yang tepat sehingga penanganan dan pengelolaannya efektif.
Kebutuhan akan pemetaan wilayah ini sangat penting, karena sesuai dengan amanat UU Nomor 4 tahun 2011 tentang Informasi Geospasial yang mewajibkan pemerintah menyediakan data informasi rupa bumi atau peta dasar dengan skala besar, yakni 1:1.000, meliputi seluruh wilayah Indonesia.
Pemetaan adalah bentuk dari Informasi Geospasial (IG) yang merupakan alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan, dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian. IG sangat berguna sebagai sistem pendukung pengambilan kebijakan dalam rangka mengoptimalkan pembangunan di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan ketahanan nasional, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam, penyusunan rencana tata ruang, perencanaan lokasi investasi dan bisnis perekonomian, penentuan garis batas wilayah, pertanahan, dan kepariwisataan. IG juga merupakan informasi yang amat diperlukan dalam penanggulangan bencana, pelestarian lingkungan hidup, dan pertahanan keamanan.
Dengan menyadari pentingnya IG dalam pembangunan di berbagai sektor, IG harus dijamin kemutakhiran dan keakuratannya serta diselenggarakan secara terpadu. Hal ini untuk menghindari adanya kekeliruan, kesalahan, dan tumpang tindih informasi yang berakibat pada ketidakpastian hukum, inefisiensi anggaran pembangunan, dan inefektivitas informasi.  
Kondisi Informasi Geospasial yang ada di Kota Bekasi dapat digambarkan sebagai berikut:    
-         Database yang dimiliki Kota Bekasi saat ini bedasarkan data dasar dari foto udara tahun 1998 dan citra satelit tahun 2005, sehingga apabila dibandingkan perkembangan dan permasalahan kota yang dihadapi saat ini, informasi kota yang dimiliki masih jauh dari kebutuhan perencanaan yang tepat. Misalnya data system jaringan drainase belum didasarkan pada posisi topografi yang tepat, sehingga perencanaan pengendalian banjir jadi kurang tepat sasaran.
-      Skala dari database infrastruktur yang dimiliki belum dapat dijadikan dasar bagi perencanaan teknis yang tepat, sehingga untuk setiap tahun  anggaran perlu dilokasikan biaya survey, pengukuran dan perencanaan yang cukup besar. Dengan demikian kegiatan perencanaanpun menjadi tidak effesien.
Uraian tentang kondisi data base dan pemetaan kota bekasi saat ini adalah sebagai berikut:

 


No


Kegiatan





Uraian Produk


Manfaat


1.
Foto udara Kota Bekasi
(Data Tahun 1998)
1
Produk yang dihasilkan berupa: Peta Mozaik Foto udara Black White (BW) skala 1:25.000, Peta Kontur interval 2 meter, Peta garis dasar Jalan, Drainase skala 1:5000.
(Kondisi saat ini data yang masih ada berupa data foto digital BW)
Data ini dipakai dasar:
-          penyusunan RTRW Kota Bekasi Thn 2000 – 2010
-          Masterplan Drainase Thn 2002 (sampai saat ini keberadaan produk ini tidak jelas)
2
Tahun 2001, 2002 dan 2003, data ini dikembangkan dan dipakai oleh Pusat data perencanaan dan pengendalian pembangunan daerah (PDP3D) yang meliputi :  Data base perencanaan dan pengendalian berbasis Geographic information system (GIS), Sistem aplikasi PDP3D, Peta garis dalam format digital, Peta garis cetak skala 1:5000 dan 1:25.000


2.
Peta tematik Kota Bekasi
Dan Sistem data spasial Kota Bekasi (Tahun 2005)
1.


Data dan Peta diperoleh dari Citra satelit ikonos-2, produk yang dihasilkan (skala 1 : 5.000 dan 1: 25.000) berupa:  



-          Peta garis tematik
-          Peta indeks lokasi peta Vektor peta dasar dan tematik dalam bentuk digital (CD-ROM)
-          Orthocitra ikonos-2 dalam bentuk digital
Data ini dipakai sebagai :
-          dasar Penyusunan Revisi RTRW Kota Bekasi (sesuai UU 26/2007 harus ditinjau dalam waktu 5 tahun)

-          Rujukan Penyusunan GIS Tranpostasi, Pendidikan, PBB.
-          Alat pengendalian pemanfaatan Ruang
2
Data base spasial kota bekasi berbasis Geographic information system (GIS) berupa : Software aplikasi Sistem data spasial Kota Bekasi dan Hardware pendukung sistem data spasial Kota Bekasi

Dari data base dan peta yang ada tersebut pemanfaatannya lebih banyak digunakan untuk Penataan Ruang (perencanaan dan pengendalian ruang) yang bersifat 2 dimensi, dari skala dan jenis informasi yang dimiliki tidak dapat dipergunakan sebagai dasar untuk perencanaan teknis terutama untuk perencanaan drainase karena interval kontur yang ada adalah 2 meter, sementara kondisi lahan di Kota Bekasi adalah relatif datar memerlukan ketelitian dengan interval kontur min  50 cm.
 Selain itu kondisi data yang ada berdasarkan waktu akuisisi / pengambilan data Foto Udara pada tahun 1998, sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan perencanaan pembangunan saat ini, sehingga sangat diperlukan updating informasi. (perubahan bentang alam yang tinggi akibat pembangunan, misalnya pembangunan JORR, pusat-pusat perdagangan dll).  
 Pemetaan yang akan di lakukan di Kota Bekasi sebagai wujud Informasi Geospasial yang akan dilakukan berdasarkan data dari foto udara dan Lidar, hal ini dilakukan karena berdasarkan pertimbangan :  

-         Dari beberapa teknologi pemetaan yang berkembang selama ini, penggunaan teknologi lidar  adalah yang paling rasional dan ekonomis  dari segi kecepatan waktu maupun produk yang dihasilkan.
-         Keunggulan LIDAR dibandingkan dengan pemetaan teresterial, adalah teknologi ini mampu mengakuisisi data hingga 200 Khz atau 200.000 titik per detik, dan dapat menghasilkan data ketinggian dengan kerapatan 25 titik/m2. Dengan demikian, sistem pemetaan dengan menggunakan LIDAR terbilang jauh lebih cepat dan akurat dibandingkan teknologi-teknologi konvensional yang akan memerlukan waktu sangat lama, mungkin dalam hitungan tahun,
-         pemetaan dengan LIDAR mampu menghasilkan peta dengan sangat detail dan kompleks. Tak hanya mampu menggambarkan permukaan atau topografi lokasi, tapi juga seluruh benda atau obyek yang ada di atas lahan.
-        pemetaan wilayah yang dapat menghasilkan data akurat, detail dalam format data 3 Dimensi.
-   Penggunaan teknologi ini dipilih karena Kondisi wilayah di Kota Bekasi yang sebagian besar sudah terbangun serta kondisi lalulintas yang padat menjadi kendala dari pengukuran  dengan metode teristis / pengukuran langsung, sehingga validitas data dan informasi yang dihasilkan akan ada penyimpangan /deviasi.
   
 Tujuan Pemetaan
a.   Tersedianya data teknis rupa bumi kota bekasi yang mempunyai skala detail 1:1000, data ini akan sangat berguna untuk perencanaan teknis infrastruktur kota (jalan, drainase, pengendalian banjir). Dengan tersedianya data tersebut akan lebih didapat efesiensi yang signifikan dalam biaya perencanaan teknis.
b. Tersedianya data yang compatible dengan berbagai aplikasi perencanaan teknis seperti AUTO CAD dll, dengan demikian kecepatan pemenuhan kebutuhan perencanaan teknis yang diperlukan dalam perencanaan pembangunan yang semakin dinamis dapat dipenuhi dengan segera.
c.   Tersedianya data yang mutakhir, terkini yang meliputi penggunaan lahan secara detail baik dari aspek jenis dan fungsi pemanfaatan maupun aspek intensitas pemanfaatan yang menyangkut ketinggian dll. Data base yang mencakup 3 dimensi sangat bermanfaat bagi pengendalian tata ruang dan pembangunan secara terintegrasi.

 Manfaat hasil pemetaan  
Manfaat data yang dihasilkan dari pemetaan melalui teknologi LIDAR:
a.      Akurasi data yang detail dengan tingkat deviasi berkisar +/- 10 cm, akan memberikan efesiensi tinggi dalam perencanaan teknis. Biaya survey dan desain akan menjadi sangat efesien, selain itu data detail yang dihasilkan akan lebih luas dan menyeluruh dari pengukuran biasa, karena seluruh permukaan bumi dan semua yang ada diatasnya akan terekam akurat.
b.      Data akurat yang dihasilkan akan otomatis tersajikan dalam format 3 dimensi, hal ini akan memberikan keuntungan banyak dalam perencanaan teknis, misalnya:
-   Dalam perencanaan penanganan banjir, akan dengan mudah dapat disimulasi kondisi genangan dan arah sodetannya. Volume genangan air, kapasitas tampungan yang dibutuhkan, waktu genangan, dsb akan secara cepat dapat diidentifikasi dan dihitung sehingga penanganan banjir akan lebih optimal.
»»  Lanjutkan...

Minggu, 24 Maret 2013

Karawang-Bekasi Karya Chairil Anwar


Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jamdinding yang berdetak Kami mati muda.
Yang tinggal tulang diliputi debu. Kenang, kenanglah kami. Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa Kami cuma tulang-tulang berserakan.
Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa, Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata.
Kaulah sekarang yang berkata Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kenang, kenanglah kami Teruskan, teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karna menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian.
Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi Chairil Anwar (1948)
»»  Lanjutkan...

Sabtu, 23 Maret 2013

Renstra



Renstra (Rencana Strategis)


gb

Tujuan A : 

Meningkatkan pelayanan prima dibidang sosial budaya dan informasi menuju masyarakat yang sejahtera.

Sasaran :
  1. Meningkatnya pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
  2. Meningkatnya rasio jumlah penduduk bekerja dengan jumlah penduduk usia kerja
  3. Terbangunnya system layanan berbasis teknologi informasi
  4. Meningkatnya jenis layanan masyarakat dalam bidang perijinan yang berstandard International Standard Organization (ISO)
  5. Meningkatkan jumlah penerimaan zakat
  6. Meningkatkan jumlah penerimaan wakaf
  7. Terwujudnya system perencanaan dan manajemen pemerintahan yang terpadu, terbuka dan akuntabel yang berorientasi pada kepentingan publik
Tujuan B :

Meningkatkan pelayanan prima di bidang ekonomi kerakyatan yang merata

Sasaran :
  1. Meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (jutaan rupiah)
  2. Meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku (Rp)
  3. Meningkatnya perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) (miliar rupiah)
  4. Meningkatnya jumlah investasi (US$)
  5. Meningkatnya nilai eksport (US$)
  6. Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi (LPE)
  7. Meningkatnya pelaku usaha kecil menengah (UKM), Usaha Menengah (orang)
  8. Terbentuknya lembaga keuangan syariah (unit)
  9. Terbentuknya Badan Usaha Milik DAerah (BUMD) Kota Bekasi (unit)
Tujuan C :

Meningkatkan pelayanan prima di bidang infrastruktur yang mendukung jasa dan perdagangan

Sasaran :
  1. Meningkatnya kelancaran lalu lintas (V/C ratio)
  2. Meningkatnya daya dukung lingkungan air (badan air/sungai)
  3. Meningkatnya daya dukung lingkungan udara (titik lokasi)
  4. Meningkatnya penataan lingkungan kumuh
  5. Meningkatnya jumlah pelanggan air bersih
  6. Meningkatnya pelayanan sampah (pengangkutan)
  7. Menurunnya titik genangan air
info & source : http://www.bekasikota.go.id
»»  Lanjutkan...

Kamis, 21 Maret 2013

Maha Kuasa

*Jangan berfikir tentang ketidakmampuan kita, berpikir saja tentang keMahakuasaan Tuhan.*
*Lakukanlah semua hal dengan cinta dan kasih, maka semua akan berjalan dengan indah.
Lakukanlah setiap hal dengan keikhlasan dan kesabaran, niscaya akan berjalan dengan mudah.*


*Perbaiki kekurangan yang ada, atau…selamanya kehidupan Anda tidak penah akan berubah.*
*Kita harus belajar menerima dan belajar bersyukur,agar apa yang ada di sekitar kita dan apa yang ada pada diri kita bisa kita nikmati.*
*Tidak semua hal berjalan sesuai dengan yang kita kehendaki. Pasrahkan saja kepada Sang maha, Dia akan mengatur yang terbaik.*
*Kejujuran selalu manis, hanya ia perlu kesabaran sebagai pupuknya.*
*Harapan adalah sebuah awal. Tapi bila berhenti hanya pada harapan, maka kaki kita hanya berpijak, bukan melangkah.*
*Kalau kesusahan ibarat matahari dan kesuksesan ibarat hujan, maka kita butuh keduanya untuk melihat pelangi.*
*Siapa yang tidak mau belajar, ia akan kehilangan begitu banyak kesempatan.*
*Satu contoh kebaikan lebih bermakna daripada seribu kata tanpa makna.*
By: Yusuf Mansur
»»  Lanjutkan...

Budaya

KOTA BERSEJARAH DAN SEJUTA BUDAYA
Bekasi pun dikenal sebagai Kota Patriot. Julukan Patriot merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan yang besar bagi wilayah Bekasi sebagai daerah perjuangan dan pertahanan Republik Indonesia pada masa kemerdekaan. Dimana berjuta-juta patriot bangsa gugur dalam pertempuran bertubi-tubi dan dasyat dalam mempertahankan Ibukota Negara dan Wilayah RI di garis depan front perjuangan Republik Indonesia.

Keheroikan dan kepatriotan masyarakat di Bekasi tergambarkan dalam bentuk Puisi karya Chairil Anwar "Karawang-Bekasi", Lagu "Melati di Tapal Batas Bekasi", dan Novel Legendaris "Di Tepian Kali Bekasi". Keheroikan perjuangan masyarakat Bekasi pun ditandai dengan begitu banyaknya monument-monument perjuangan di antaranya : Monumen Revolusi Rakyat Bekasi (di Alun-Alun Bekasi), Monumen Perjuangan Rakyat di Bekasi, Tugu di Agus Salim, Gedung Papak, Tugu Bambu Runcing, Gedung Tinggi dan sebagainya.
 
Seni Budaya
Keragaman kesenian di daerah Bekasi sebagaimana dengan beragamnya etnis dan unsure budaya yang masuk ke daerah tersebut, maka berdasarkan catatan di kelembagaan kesenian Bekasi baik di Kota maupun Kabupaten Bekasi. 

Keanekaragaman jenis kesenian yang ada di Kabupaten dan Kota Bekasi merupakan produk perkembangan budaya yang dipengaruhi oleh pergeseran pola hubungan antara penduduk asli dengan masyarakat pendatang. Sikap terbuka dari masyarakat Bekasi berkonsekwensi pada masuknya unsur-unsur seni yang dibawa oleh masyarakat pendatang.

Bukti masuknya unsur budaya pendatang dapat dilihat dari aktivitas seni yang mencerminkan unsure-unsur etnis tertentu, seperti :
Pengaruh budaya Pesisir Jawa : Wayang Kulit, Ujungan (pengaruh kerajaan mataram),Tari topeng.
Pengaruh Parahiangan antara lain : Wayang Golek, Pakaian Kebaya dan Gelung (Sanggul).
Pengaruh Melayu : Tari Japin dan Musik Gambus.
Pengaruh Eropa : Kesenian Tanjidor.
Pengaruh Cina : Tari Cokek dan beberapa kesenian lainnya.
Beragamnya pengaruh budaya dan seni masyarakat pendatang turut memperkaya khasanah kesenian masyarakat Bekasi.
 
Kuliner Khas Bekasi
Wisatawan yang datang ke Kota Bekasi rasanya tidak puas bila tidak menikmati kuliner khas di Bekasi. Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, pada masyarakat Bekasi dikenal beberapa jenis makanan khas yang sering disajikan pada acara-acara tertentu atau hari raya. Misalnya dodol, setiap keluarga akan selalu berupaya agar pada saat hari raya (lebaran) tersedia sebagian penganan untuk dikirim kepada tetangga, keluarga atau untuk disajikan bila ada tamu. Dodol ini juga bisa dibuat bila akan mengadakan kenduri. Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan gula merah dan kelapa.

 Kuliner Bekasi yang masih dalam kategori kue basah, cukup banyak dan bervariasi, di antaranya adalah: Dodol, Kue Jalabia, Kue Cucur, Kue Bugis, Kue Bika Ambon, Kue Pepe, Kue Putu Mayang, Kue Talam, Kue Pisang, Kue Lopis, Kue Cincin, Kue Geplak, Kue Onde-Onde, Kue Gemplong, dan kerak telor.

 Selain jenis kue basah Khas Bekasi, ada beberapa penganan asli Bekasi yang termasuk kategori jenis kue kering, biasanya mewarnai kue-kue yang disediakan untuk para tamu yang datang berkunjung atau pun untuk kegiatan besar seperti pernikahan, sunatan, dan bagian jenis kue cemilan yang praktis dan kuat tahan lama, diantaranya adalah : Kue Akar Kelapa, Kue Rengginang, Kue Wajik, Kue Sagon, Kue Satu dan parocot, Kue Duit, Kue Brangas dan beberapa jenis kue lainnya.

Sementara itu, menu makanan atau kuliner yang sangat dikenal di Bekasi adalah sayur asem khas Bekasi, rasanya agak sedikit asem bila dibandingkan dengan jenis sayur asem di daerah lain. Sayur ini terasa nikmat bila disajikan di siang hari. Disamping itu ada satu jenis sayuran yang khas, yaitu sayur ikan gabus atau sayur pucung. Jenis sayur ini  nampaknya hanya terdapat di Bekasi saja. Seperti diketahui Bekasi tempo dulu terdiri dari rawa-rawa yang didalamnya terdapat ikan gabus. Sayur ikan gabus biasanya dimasak dengan menambahkan campuran pucung/ kluewek yang berwarna hitam dan memiliki aroma serta rasa yang khas. 

Kesemua jenis kuliner di atas dapat Anda temukan pada warung kuliner khas Bekasi di antaranya :
Jalan Jend Soedirman (Sayur Gabus Pa Lukman)
Jalan Pekayon (Sayur Gabus Dekat Bekasi Square)
Daerah Medan Satria (Sayur Gabus Bekasi Pak Udin)
 
Dari Sampah Hasilkan Listrik
Tempat Pembuang Akhir (TPA) Sampah Bantar Gebang merupakan TPA terbesar di Indonesia. Kesan awal masyarakatmelihat atau mendengar TPA Bantar Gebang adalah bau, tidak enak dilihat, dan dianggap sebelah mata. Tapi, TPA Bantar Gebang ternyata memiliki sejumlah potensi yang tak terhingga dan tak terkirakan oleh sejumlah pihak. Dulu sampah hanya diperdayakan untuk pengembangan kompos dan produksi daur ulang sampah. Kini sampah ternyata mampu menghasilkan listrik. Fenomena inilah yang kemudian menarik perhatian banyak kalangan dan wisatawan yang berkunjung di Kota Bekasi.
 
Pengrajin Boneka
Selain potensi wisata sejarah dan budaya, dan TPA Bantar Gebang, Wisatawan Kota Bekasi juga dapat melihat beragam hasil kerajinan industri kecil unggulan di Kota Bekasi. Industri kecil pengerajin Boneka ini terkoordinir dalam sebuah Himpunan Industri Kecil Pengerajin Boneka Kota Bekasi (HIKPIB) yang berdiri tanggal 1 Januari 2005. Anggota Home Industry Boneka ini tersebar di Kecamatan Bantar Gebang, Jati Asih, Mustikajaya, Rawalumbu, Bekasi Barat dan Bekasi Selatan.
»»  Lanjutkan...